Jumat, 30 Maret 2012

Pementasan Pemantapan Anggota Baru FAS. XVII 2011

SABTU, 31 DESEMBER 2011

121211-senin(selasa)-apresiasi seni FH unlam (Dm.141211)
PENTAS – Kreativitas Tanpa Batas Diatas Pentas sebagai ajang
pementasan anggota baru Forum Apresiasi Seni Fakultas Hukum Unlam
Banjarmasin
Pentas Seni Anggota Baru FAS FH Unlam
BANJARMASIN – Seusai penerimaan anggota baru, Forum Apresiasi
Seni Fakultas Hukum (FAS FH) Universitas Lambung Mangkurat (Unlam)
Banjarmasin, selalu menguji penampilan anggota baru tersebut dalam
dalam beragam pentas seni.
Hal ini diungkapkan oleh Ketua Panitia Pelaksana, 'ALY RACHMADANI' kepada Mata Banua di sela-sela pentas anggota baru FAS FH di aula FH
Unlam Banjarmasin pada Minggu (11/12) malam.
“Tema pentas seninya adalah Kreativitas Tanpa Batas Diatas
Pentas, dengan tujuan memberi kesempatan pada 23 anggota baru
FAS menampilkan kreatifitas seninya. Sekaligus sebagai acara
pengukuhan dan pentas untuk tutup tahun 2011” katanya.
Rangkaian Pentas Seni Anggota Baru FAS FH Unlam, antara lain
dengan penampilan tari Radap Rahayu, musikalisasi puisi dan Mamanda.
Puisi yang dibawakan dalam musikalisasi yaitu dari Rahmad Marlin
yang berjudul Rajutan Benang, dan dari Ali Syamsudin Arsi yang berjudul
Lukisan Wajah Berbingkai Cahaya. Sedangkan kisah Mamanda yang
diangkat berjudul Prahara Di Negeri Tercinta, dimainkan oleh 20 orang
yang kebanyakan dari anggota baru FAS FH.
Ceritanya mengenai sebuah kerajaan, yang terjadi huru
hara. Adapihak-pihak tertentu di dalam kerajaan yang berhasil
memperngaruhi orang-orang untuk mengacaukan kerajaan.
Al farabi, salah satu tim penggarap mamanda menambahkan
“Kisah ini tidak terlepas dari persoalan hukum. Ada isu kritik sosial yang
disinggung, seperti kasus century, rekening gendut dll.
Mamandanya masih menggunakan pakem, seperti ada raja, wajir
dan lainya. Tapi kami tidak bisa pula dikatakan sebagai mamanda murni,
karena banyak hal yang kami tidak ketahui dan kuasai tentang mamanda
sebenarnya” ujarnya. ara/mb05
by : http://artpartner-
news.blogspot.com/2011/12/121211-seninselasa-apresiasi-seni-
fh.html